aku lalui jalanan yang sama
penuh kerikil di bawah cahaya
terlihat ekspresi paling tua dari peradaban manusia
topeng penutup muka penuh daya pesona
kau berikan aku cerita
dari peran yang kau mainkan
terlihat wajah dewi dari suguhanmu
dan bulir air mata menetes di balik topengmu
tapi kau mampu menari dengan centilnya
dan menutupi dusta di balik tarianmu
apakah kau seorang kencana wungu
atas sikapmu yang lincah dan anggun..
atau mungkin kau hanya seorang menakjingga
yang hanya bisa mengumbar emosi sesuai hatimu
aku tidak tahu..
aku tidak yakin..
aku hanya bisa menjadi korban dari kisah yang kau mainkan
satu peran bodohmu..
ingin habiskan malam dengan telanjang
dengan moleknya bentuk rupamu
kau ingin bidadariku berpaling padamu
kau salah..
aku masih berdiri di sini..
dan aku akan berdiri di tepi jalan ini ketika musim itu datang
menjadi penjual topengmu..
topeng yang terbuat dari kulit..
dipakai di atas wajah..
yang dimainkan tanpa dialog oleh dewi, manusia atau setan
